Selasa, 05 Juli 2011

0 Perompak Somalia Semakin Hi-Tech

Date: Selasa, 05 Juli 2011 16.00
Category:
Author: Khairul
Share:
Responds: 0 Comment
INILAH.COM, Jakarta - Perompak Somalia melengkapi diri dengan aneka perangkat teknologi. Mereka punya senjata canggih, GPS, internet, bahkan sistem hacking database industri pengapalan.

Perompak Somalia menyandera target buruan tidak hanya dengan sekadar berlayar di kapal sambil mencari mangsa. Mereka bekerja dengan sarana teknologi yang membantu mereka, seperti aneka macam senjata canggih, perangkat GPS, dan internet.

Bahkan mereka meretas (hacking) database berbagai industri pengapalan demi hasil maksimal.

Untuk serangan yang tidak direncana, seperti membajak kapal penumpang atau kargo, mereka mengandalkan sistem GPS, ponsel, berbagai teknologi open source, dan membuka situs industri pengapalan untuk mengetahui lokasi kapal serta jalur lintasannya. Aneka infrastruktur teknologi ini dibangun di kota Eyl, Somalia, kota yang dikenal sebagai 'kota pusat pembajakan dunia'.

Seperti dilansir MSN, Abdullahi Jamaa dari OnIslam.net dan Andrew Mwangura dari East African Seafarers Assistance Program, menjelaskan cara-cara yang digunakan perompak dalam melakukan pembajakan.

"Hal terpenting bagi perompak Somalia adalah informasi yang akurat mengenai kapal perdagangan yang akan mereka bajak. Tapi ini tentu tidak mudah tanpa bantuan teknologi. Mereka harus terlebih dulu mengerti nilai kapal, nilai barang muatannya, dan jumlah kru yang ada di dalamnya. Mereka menggunakan teknologi navigasi dalam operasinya sehari-hari. Perangkat teknologinya bermacam-macam, yang penting yaiitu ponsel satelit untuk memperluas jangkauan komunikasi," jelas Jamaa.

Kapal induknya juga dilengkapi radar yang dapat membaca peta laut. Jamaa menambahkan, perompak ini banyak menggunakan teknlogi open source.

Mereka punya penerjemah yang memberikan informasi. Orang ini, walaupun tidak ikut terlibat dalam pembajakan, tapi membantu menguraikan dan memecahkan informasi kepada pembajak.

Dari informasi itu, barulah pasukan perompak diberi instruksi. Tenaga ahli teknologi penyuplai informasi ini menyebut dirinya sebagai Somali Coast Guards.

Mereka menghabiskan banyak waktu browsing di internet untuk melacak dan mengumpulkan informasi vital. Misalnya dengan membuka situs angkatan laut untuk mengecek strategi apa yang mereka gunakan untuk memberantas perompak. Dari situ, mereka terus memperbarui taktik perompakan. [mor]

Artikel Terkait :



Posting Komentar