Kamis, 26 Mei 2011

0 Inilah Robot Sistem Intelijen Tercanggih Dunia

20.16 Under From Khairul
[0 Comment]

INILAH.COM, London – Sebuah robot terbang, Aeryon Scout, berpotensi besar menggantikan kamera CCTV. Robot ini bisa mudah melacak kriminal dan ancaman keamanan secara efektif.
Pengguna cukup menunjuk satu tempat di Google Maps pada pengendali layar sentuhnya dan robot akan terbang ke titik itu pada kecepatan 48 km/jam. Robot ini juga mampu merekam video dengan kualitas tinggi yang bisa disiarkan langsung ke iPhone secara langsung.
Robot ini dibuat Aeryon Labs Inc yang berbasis di Kanada. Robot ini disebut-sebut sebagai sistem intelijens tercanggih dunia. Robot ini mampu terbang setinggi 152 meter dan mampu melakukan zoom dari jarak 300 meter.
Kemampuan itu membuat robot ini tak akan terlihat saat menjalankan misinya. Keempat baling-baling robot ini memastikan robot ini tak bersuara ketika terbang. Robot ini menyiarkan gambar pada perangkat elektronik apa pun, termasuk iPhone.
Seperti dikutip Daily Mail, salah satu fitur canggih robot ini adalah, kamera tetapnya. Jadi, ketika robot ini terbang di kecepatan berapa pun, kamera tetap terkunci pada satu target dan wajah orang pun bisa terlihat jelas.
Robot yang dihargai US$50 ribu (Rp 42,6 juta) ini bisa sangat membantu polisi [mor].
Read More »

0 68 Tim Berlaga Kontes Robot di Surabaya

20.05 Under From Khairul
[0 Comment]
REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Sebanyak 68 tim robot meramaikan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2011 Regional IV (Jatim dan Indonesia Timur) di Gedung Robotika ITS Surabaya pada 7-8 Mei.

"Untuk KRI akan diikuti 16 tim robot, KRCI Battle diikuti delapan tim robot, KRCI berkaki diikuti 16 tim robot, dan KRCI beroda diikuti 28 tim robot," kata Wakil Ketua KRI-KRCI 2011 Regional IV, Dr Ir Endra Pitowarno M.Eng, di Surabaya, Jumat.

Didampingi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD di sela-sela "technical meeting", ia menjelaskan KRI di Region IV akan diikuti 16 tim robot dari 16 universitas/politeknik.

"Semua peserta sudah mendaftar ke panitia sejak Kamis (5/5) dan mereka juga mengikuti technical meeting pada Jumat (6/5). Pembukaan akan dilaksanakan pada Sabtu (7/5) pagi oleh Rektor ITS," katanya.

Ke-16 universitas/politeknik peserta KRI adalah ITN Malang, ITS Surabaya, Politeknik Banyuwangi, PENS ITS Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ITS, dan STIKOM Surabaya.

Selain itu, STMIK Asia Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Universitas Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Udayana.

"Untuk KRCI, mulai tahun ini ada KRCI Battle yang merupakan 'robot soccer' (kontes robot pemain sepak bola) antar-humanoid. Ada delapan humanoid (robot setengah manusia) dari delapan universitas yang bertempur," katanya.

Sementara KRCI lainnya yakni KRCI berkaki (pemadam api) akan diikuti 16 tim robot dan KRCI beroda (pemadam api) juga akan diikuti 28 tim robot. "Untuk KRSI (kontes robot seni Indonesia) hanya akan dipertandingkan di tingkat nasional, bukan regional. "KRI-KRCI tingkat nasional akan dilaksanakan di UGM Yogyakarta pada 11-12 Juni," katanya.

Bagi juara KRI nasional akan dikirim untuk mengikuti Kontes Robot Dunia di Thailand, sedangkan juara KRCI Battle akan mengikuti Piala Dunia Robot di Meksiko dan KRCI lainnya akan mengikuti kejuaraan dunia di Amerika.

"Tema KRI 2011 adalah Larungan yang mengadopsi tema kontes robot dunia 2011 yaitu 'Loy Krathong'. Awalnya, robot menual merangkai krathong (karangan bunga) dengan enam stik, lalu bila rangkaian krathong selesai, maka robot baru diizinkan untuk bermain," katanya.

Setelah itu, robot otomatis mengisi rangkaian 'Sala' dengan krathong petal dan bunga, lalu rangkaian 'Sala' itu disusun pada 'Base Candle' dan robot otomatis membawa rangkaian yang sudah tersusun itu ke 'River Surface' yang bergoyang-goyang.

"Peta kekuatan di KRI terlihat merata, sedangkan KRCI masih bersifat menyebar dengan ada tim yang bagus dan ada yang belum bagus. Yang belum dapat diprediksi adalah KRCI Battle yang akan diikuti delapan robot humanoid, karena tergolong kontes yang masih baru," katanya.
Read More »

0 Robot yang Mampu Kembangkan Bahasa Robot

20.04 Under From Khairul
[0 Comment]

VIVAnews - Peneliti dari Australia baru-baru ini berhasil membuat sepasang robot yang mampu membuat bahasa untuk saling berkomunikasi di antara mereka sendiri.
Robot yang diberi nama Lingodroid itu berhasil mengembangkan bahasa percakapan, baik dengan menggunakan konsep abstrak maupun konsep kongkrit.
Di ajang IEEE International Conference on Robotics and Automation (ICRA), di Shanghai Ruth Schulz dan rekan-rekannya dari University of Queensland dan Queensland University of Technology mempresentasikan hasil temuan mereka itu.
Robot tersebut dilengkapi dengan platform bergerak, sebuah kamera, laser range finder, serta sonar untuk pemetaan dan sistem pengalihan diri dari rintangan.
Robot ini juga memiliki mikrofon dan speaker untuk keperluan komunikasi verbal di antara mereka sendiri.
Proyek penelitian ini memposisikan kedua robot seperti ketika seseorang bangun dari tidur dan seluruh memori ingatannya terhapus. Mereka sama sekali tak mengenal bahasa Inggris atau bahasa lain, kemudian bertemu dengan robot yang bernasib sama.
Seperti dikutip dari Discovery News, ternyata mereka berhasil menemukan kata-kata acak untuk mendeskripsikan tempat di mana mereka berada. (eh)

lingodroids language
Dua robot ini berhasil menyepakati beberapa kata untuk mendeskripsikan konsep arah dan jarak

Bila robot-robot tadi berada di tempat asing yang belum mereka kenal, maka robot ini akan memilih kata acak dari kombinasi suku-suku kata yang mereka ketahui untuk mendefinisikan nama tempat baru itu.
Dengan dasar itu, kedua robot ini bisa bermain bersama sambil mengembangkan kemampuan komunikasi mereka. Misalnya saja ketika salah satu robot berkata 'kuzo' maka kedua robot itu kemudian akan berlomba-lomba untuk menuju tempat yang mereka anggap sebagai 'kuzo'.
Setelah ratusan kali permainan, kedua robot ini berhasil menyepakati arah-arah dalam 10 derajat serta jarak-jarak dalam 0,375 meter.
Dengan memakai bahasa yang baru mereka temukan, robot juga mampu membuat pemetaan ruangan, termasuk wilayah yang tak mampu mereka eksplor.
Ke depan, para peneliti berharap Lingodroid bisa berbicara dengan konsep yang lebih baik, misalnya deskripsi bagaimana mereka bisa menuju sebuah tempat atau bagaimana cara mereka mengakses sebuah tempat di peta.
Yang lebih utama, teknik ini juga diharapkan bisa membantu robot untuk saling berkomunikasi di antara mereka sendiri, bahkan berkomunikasi dengan manusia.
Read More »

0 Robot Ulat Pencari Harta Karun

20.02 Under From Khairul
[0 Comment]

TEMPO Interaktif, Boston - Insinyur dari Tufts University, Boston, Amerika Serikat, menciptakan sebuah robot yang menirukan pergerakan rumit ulat. Robot bernama GoQBot ini merayap dan bergelung untuk menghindari musuh sehingga bisa dimanfaatkan untuk tugas berbahaya, termasuk mencari harta karun.

"Bagian tersulit adalah membuat robot ini menggulung dan menggelinding," ujar pembuat robot, Huai-Ti Lin. Sebelumnya, pembuat robot mampu membuat robot yang berjalan seperti ulat. Namun, Lin adalah insinyur pertama yang bisa menerapkan pergerakan melingkar dan menggelinding pada robot ulat.

Gerakan menggelinding teramati pada banyak serangga, seperti laba-laba malam di Sahara, ulat mirip udang di Panama, dan beberapa jenis kupu-kupu. Gerakan ini merupakan mekanisme pertahanan diri yang efektif karena membuat serangga bergerak sangat cepat. Pergerakan cepat ini memungkinkan robot menyusup ke tempat yang lebih luas. Sementara, saat merayap, robot bisa menerobos ruang yang sempit.

"Kami berharap robot ulat ini dikembangkan untuk menyisir daerah sempit dan berbahaya seperti pada operasi kemanusiaan maupun pencarian harta karun," kata dia.

Robot sepanjang 10 sentimeter berwarna hijau ini dibuat sejak tiga tahun lalu. Material robot berupa karet silikon dan kumparan membuat robot bisa bergerak fleksibel.
Read More »

0 Zarqun, Robot Berkaki Enam yang Memukau

20.00 Under From Khairul
[0 Comment]


Solo, CyberNews. Dalam arena Pekan Informasi Nasional di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Minggu (22/5), sebuah atraksi menarik ditampilkan para mahasiswa ITB dan UGM. Di antara deretan tenda-tenda stan, kedua universitas terkemuka Indonesia itu menyuguhkan tiga robot ciptaannya.
Ketiganya ialah Koplak dan Iron Fire, robot beroda buatan UGM, serta Zarqun, robot berkaki enam buatan ITB. Ketiga robot itu pernah meraih juara dalam Trinity Fire Fighting Robot Contest 2011 yang diadakan di Connecticut, Amerika Serikat, 9–10 April lalu.
Si Koplak dan Iron Fire masing-masing meraih juara pertama dan kedua kategori robot beroda. Adapun Zarqun meraih juara kedua kategori robot berkaki. Sebenarnya, ITB masih memiliki Yakut, sang juara pertama kategori robot berkaki, namun tidak dibawa dalam event tersebut.
Samratul Fuady, mahasiswa Tehnik Elektro ITB semester delapan mengatakan, robot tersebut dapat mendeteksi keberadaan api dalam ruangan, menemukan, lalu memadamkannya. Bedanya, Si Zarqun digerakkan oleh enam unit kaki mirip serangga.
Alhasil, penampilannya mirip serangga berkaki enam yang bergerak kesana-kemari. Robot itu memiliki lima pasang sensor panas pendeteksi api. Dia bahkan dapat menelusuri labirin-labirin buatan sehingga bisa menemukan titik api dalam ruangan. Setelah ketemu, kipas angin kecil di muka robot itu akan meniupkan angin. Layaknya orang meniup lilin, padamlah api itu.
Tidak hanya itu, tingkah laku Si Zarqun itu pun lucu. Kakinya dapat bergerak-gerak seperti sedang menari. Terkadang, kedua kaki depannya diangkat seakan memberi hormat sambil menari.
Rencananya, robot-robot tersebut akan diikutsertakan kembali dalam ajang kontes robot internasional. "Sekarang, kami sudah lolos di ajang regional, sehingga kami akan kembali bertanding di ajang internasional sekitar September mendatang," pungkasnya.
Read More »

0 Kontes Robot Soccer Diminati Mahasiswa

19.58 Under From Khairul
[0 Comment]

 

 Liputan6.com, Bandung: Sedikitnya 155 mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti kontes robot cerdas yang berlangsung di Politeknik Telkom, Bandung, Jawa Barat, Ahad (15/5). Ada dua kategori yang dilombakan, yaitu Kontes Robot Indonesia atau KRI dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).

Dalam KRCI, robot-robot yang dikompetisikan diharuskan menggiring bola dari tengah lapangan hingga ke tiang gawang. Namun, dalam aksinya, tidak banyak robot yang bisa menggiring bola. Robot yang terjatuh dan langsung didiskualifikasi.

Ketua Pelaksana lomba, Iswahyudi Hidayat, mengatakan, kontes robot soccer memang baru pertama kali diperlombakan. Ia pun berharap kontes ini memicu mahasiswa untuk lebih kreatif dalam mengembangkan teknologi robot cerdas serta membudidayakan iklim komfetitif di lingkungan perguruan tinggi.

Seorang peserta, Abdul Rahman, merasa senang dengan kontes robot karena bisa mengasah kembali kemampuannya. Tapi, mahalnya peralatan dalam membuat robot cerdas menjadi kendala bagi sebagian peserta. Selain itu, masalah waktu juga menjadi masalah dalam proses pembuatannya.(ADI/BOG)
Read More »