Kamis, 26 Mei 2011
0 Robot Bengkalis ke Final KRCI di Yogyakarta
19.54 Under
Robot
From Khairul
[0 Comment]
[0 Comment]
Dumai (ANTARA News) - Tim perancang robot bernama "Bt-Al@m" dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, berhasil menjuarai Kontes Robot Cerdas Indonesia 2011 untuk Regional 1 Wilayah Sumatra di Batam, Kepulauan Riau.
0 Mendidik Robot Menggunakan Pedang
19.51 Under
Robot
From Khairul
[0 Comment]
[0 Comment]
KOMPAS.com — Dalam sebuah paper yang dipresentasikan pekan ini di IEEE International Conference on Robotics and Automation (ICRA) di Shanghai, China, ilmuwan dari Georgia Tech, AS, Tobias Kunz, memamerkan metode baru untuk menyempurnakan respons gerak robot otomatis. Namun, cara yang dikembangkannya cukup unik karena robot dilatih menggunakan pedang.
Menurut Kunz, si robot mesti dibekali dulu dengan pedang dan dididik untuk menggunakannya. Membingungkan kan? Jika memang tujuannya membuat robot lebih aman dipakai, mengapa harus memberikan pedang kepadanya?
"Untuk mengupayakan robot yang aman dan fleksibel untuk pelayanan dan automasi, robot harus mampu melakukan aksi dengan aman ketika berkontak dekat dengan manusia," kata Kunz saat memperkenalkan metodenya.
Ternyata, menurut Kunz, cara untuk mendapatkan robot yang aman dan fleksibel adalah dengan memprogram robot sehingga ia berpikir manusia adalah musuhnya. Dengan membekali pedang dan melakukan tes pertarungan dengan pedang, robot bisa memprediksi gerakan manusia dan memutuskan bagaimana harus meresponsnya.
Kunz mengatakan, dengan pedangnya, robot bisa mempertahankan diri (hanya mempertahankan diri). Dengan mengajari robot menggunakan pedang, nantinya robot bisa bereaksi cepat dan aman di dekat manusia dan di tengah gerakan manusia yang sulit diprediksi.
Pengembangannya sejauh ini, robot yang dibekali pedang itu baru ada di komputer alias baru simulasinya. Namun, Georgia Tech sepertinya memang punya robot yang bisa menggunakan pedang sebenarnya. Kunz mengembangkan robot ini bersama rekannya, Peter Kingston, Mike Stilman, dan Magnus Egerstedt. Paper Kunz berjudul Dynamic Chess: Strategic Planning for Robot Motion.
0 Robot Nao Dijadikan Proyek Open Source
19.47 Under
Robot
From Khairul
[0 Comment]
[0 Comment]
PARIS, KOMPAS.com - Kabar gembira buat para pecinta robotika. Robot humanoid Nao buatan Aldebaran, Perancis, akan dijadikan proyek open source. Source code untuk memprogram robot tersebut dalam waktu dekat dapat bebas diakses semua orang dan dimodifikasi sesuai keinginan.
Nao selama ini dikenal sebagai model robot humanoid yang cukup komprehensif. Sejak Sony menghentikan proyek robot anjing Aibo beberapa waktu lalu, komunitas robotik memilih Nao menjadi model. Misalnya dalam kegiatan kompetisi sepakbola robot RoboCup Soccer yang digelar secara rutin.
"Dengan pengalaman mengembangkan sistem embedded selama lima tahun, kami ingin berbagi middleware, core communication library, tools pengembangkan lintasplatform, dan modul-modul esensial buatan kami kepada para periset, pengembang, dan proyek-proyek baru dalam dunai robot humanoid," kata Bruno Maissonier, pendiri dan CEO Aldebaran dalam siaran pers yang dilansir situs Spectrum, IEEE, pekan lalu.
Memang belum ada rincian bagian mana apa saja yang akan dijadikan open source dan tetap dipertahankan menjadi propietary. Namun, secara keseluruhan, Aldebaran berkomitmen memberikan sebagian besar source code robot Nao kepada komunitas. Namun, untuk bisa mengutak-atik robot Nao tentu tetap harus membeli kepada Aldebaran. Di Indonesia, distribusi robot Nao dilakukan melalui World Robotic Explorer di Menara Thamrin. Konon, satu buah robot dibanderol sekitar Rp 300 juta.
Sabtu, 09 April 2011
0 Robot Jurnalis
22.41 Under
Robot
From Khairul
[0 Comment]
[0 Comment]
Tokyo, JAPAN - Sebuah robot jurnalis tengah dibuat oleh peneliti dari Intelligent Systems Informatics Lab, Tokyo University.Namanya juga robot jurnalis, ia mampu mendeteksi dan mencari tahu perubahan di sekitarnya serta melaporkan temuannya.
Robot ini mendeteksi perubahan sekitarnya, memutuskan jika mereka menjangkau dan kemudian mengambil gambar dengan kamera internal. Ia bisa juga menggali informasi dari orang sekitarnya, dan menggunakan pencarian di internet untuk mengetahui pemahaman mengenai sekitarnya.
Jika sesuatu muncul layak berita, robot ini akan menulis artikel singkat dan mempublikasikannya di web. Charlie Catlett, dari Argonne National Labs, sangat tertarik dengan bot, dan dia menyampaikannya dalam sejumlah pertemuan dalam the Information Processing Society di Japan. Dengan mengkombinasikan dunia nyata dan pencarian internet, robot jurnalis akan menjadi sistem otomatis. Berikan sedikit waktu, dan robot akan menjadi aset bernilai bagi penyedia jasa berita dimanapun.
Robot jurnalis mejadi fenomena tersendiri. Ini merupakan robot pertama yang mengumpulkan informasi dari orang disekitar, layaknya jurnalisme nyata. Meskipun robot ini masih dalam bentuk primitif. Kalau seperti ini, robot berpeluang menggantikan jurnalis dalam mereportase tempat berbahaya, seperti dalam perang.
Pada 2002, MIT Amerika membuat robot pengkover perang Afghanistan. Robot baru ini menggunakan operasi tele, tapi Robot Jurnalis secara otomatis. Mungkin di masa depan, jurnalis harus bersiap-siap kehilangan pekerjaan, apabila robot tersebut sudah bisa mengambil gambar, riset sendiri, wawancara saksi mata, dan bekerja dibawah tekanan luar biasa
Robot ini mendeteksi perubahan sekitarnya, memutuskan jika mereka menjangkau dan kemudian mengambil gambar dengan kamera internal. Ia bisa juga menggali informasi dari orang sekitarnya, dan menggunakan pencarian di internet untuk mengetahui pemahaman mengenai sekitarnya.
Jika sesuatu muncul layak berita, robot ini akan menulis artikel singkat dan mempublikasikannya di web. Charlie Catlett, dari Argonne National Labs, sangat tertarik dengan bot, dan dia menyampaikannya dalam sejumlah pertemuan dalam the Information Processing Society di Japan. Dengan mengkombinasikan dunia nyata dan pencarian internet, robot jurnalis akan menjadi sistem otomatis. Berikan sedikit waktu, dan robot akan menjadi aset bernilai bagi penyedia jasa berita dimanapun.
Robot jurnalis mejadi fenomena tersendiri. Ini merupakan robot pertama yang mengumpulkan informasi dari orang disekitar, layaknya jurnalisme nyata. Meskipun robot ini masih dalam bentuk primitif. Kalau seperti ini, robot berpeluang menggantikan jurnalis dalam mereportase tempat berbahaya, seperti dalam perang.
Pada 2002, MIT Amerika membuat robot pengkover perang Afghanistan. Robot baru ini menggunakan operasi tele, tapi Robot Jurnalis secara otomatis. Mungkin di masa depan, jurnalis harus bersiap-siap kehilangan pekerjaan, apabila robot tersebut sudah bisa mengambil gambar, riset sendiri, wawancara saksi mata, dan bekerja dibawah tekanan luar biasa
Langganan:
Postingan (Atom)
TRANSLATE
Search Here
Category
POPULAR POST
-
Muhammad Zainal Arifin melaporkan KK Dheeraj serta Dewi Perssik terkait film MR BEAN KESURUPAN DEPE. Berikut kronologi menurut Zainal ...
-
Tepat pada hari minggu kemarin tanggal 11 Desember 2012, Saya dan teman-teman dari RSMABI 1 Pamekasan / SMAN 1 Pamekasan, berangkat ke S...
-
Mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia menciptakan kompor inovatif. Kompor itu bukan saja lebih efisien, mela...
-
Quote: INILAH.COM, Jepang - Robot pasien gigi ini mirip manusia sungguhan, tapi agak menyeramkan. Orang Jepang membuat r...
-
Sebuah planet asing yang baru ditemukan sangat istimewa karena mengorbit bintang yang tengah sekarat. Planet semacam ini dicari-cari ka...
-
TEMPO.CO , Jakarta - Penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak mulai terkuak. Pengawas udara diduga ...
-
Apakah Anda sering merasa tidak mendapat kompensasi layak dibanding beratnya tanggung jawab yang Anda pikul? Berapa gaji yang sesuai u...
-
TEMPO.CO , Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi rupanya dibantu seorang sopir taksi dalam menangkap Neneng Sri Wahyuni di rumahny...
-
Benarkah Bentuk Alam Semesta Seperti Terompat Yang Akan Ditiup Sebagai Sankakala Saat Kiamat Senin, 20 Agustus 2012 “Sebelum kiamat data...
-
Sebuah pengalaman mengubah cara pandang saya terhadap para pengemis yang meminta-minta di lampu merah. Para pengemis dan pengamen yang men...

